Gratis ongkir untuk pengiriman ke wilayah Jabodetabek

Tips Mengajari Toilet Training Anak Dengan Cara Menyenangkan

Pada saat si kecil sudah semakin besar tentunya mereka tidak terus-terusan memakai popok. Kalau mereka kebelet ingin pipis atau buang air besar, Anda akan mengajari mereka untuk menggunakan toilet alias Toilet Training. Perlu proses memang untuk mengajari mereka. Enjoy saja ya, karena ini juga adalah salah satu tahapan proses tumbuh kembang mereka dari sisi psikologisnya.

Tentunya Anda tidak ingin buah hati Anda terus-terusan menggunakan popok bayi kan? Oleh karena itu Anda harus membiasakan anak untuk mengetahui cara mengajari toilet training anak. Nah, berikut ini akan kami jelaskan mengenai cara dan tips mengajari toilet training anak dengan cara yang menyenangkan.

Cara Mangajari Toilet Training Anak

Nah, berikut ini beberapa cara mengajari toilet training anak dengan cara yang menyenangkan agar proses Toilet Trainingnya tetap mengasyikan, berikut ini adalah tips yang bisa Anda terapkan.

Usia Ideal

Pada saat menginjak usia sekitar 2 tahun, balita sudah bisa diajari untuk mengontrol otot-otot organ kandung kemihnya. Biasanya kemampuan ini sudah mulai muncul pada usia usia 18 bulan. Selain mengajari mereka untuk mengendalikan untuk buang air kecil atau buang air besar, perhatikan juga tanda-tanda lain saat mreka ingin buang air kecil/besar. Misalnya saja dari gerak-gerik mereka, dari posisi duduk dengan tegak, dan bisa diarahkan untuk memahami perintah dan menyampaikan pesan lisan ingin buang air.

Kenal Lebih Dekat

Saat Anda mengajari mereka menggunakan toilet, baik toilet duduk atau toilet jongkok, ajari juga mereka hal-hal lainnya. Misalnya saja mengajak mereka untuk membaca cerita atau dongeng, menjelaskan secara sederhana tentang alat kelamin mereka dan fungsinya. Pada tahapan ini secara tidak langsung Anda juga mengajari mereka sex education. Ajarkan juga kepada mereka cara membasuh alat kelamin dengan baik dan benar.

Disiplin waktu

Bila Anda jeli, Anda akan hafal kapan si kecil ingin buang air besar atau buang air kecil Biasanya juga hal ini ikut dipengaruhi oleh pola makan mereka, baik dari segi waktu maupun jenis makanannya. Bila si kecil telat buang air besar atau mengalami masalah seperti sembelit, cobalah ingat-ingat kembali makanan apa yang diterima si kecil. Bisa jadi makanan yang dimakan tidak higienis atau disebabkan alergi.

Ciptakan Suasana Menyenangkan

Pada saat mengajari mereka toilet training, tidak jarang ada reaksi atau ulah mereka yang menguras emosi dan bikin kita kesal. Rileks saja ya, Moms. Perbanyak referensi untuk menciptakan suasana menyenangkan antara Anda berdua. Selain bercerita atau mendongeng, Anda bisa membuat suasana toilet jadi menyenangkan bagi mereka. Jaga kebersihan toilet agar si kecil merasa nyaman. Anda juga bisa menggunakan gayung atau wadah sabun dengan model yang lucu, memasang gambar yang sederhana dan menarik untuk membantu mereka memahami toilet training.

Ada kalanya mereka masih tidak bisa menahan diri sebelum sampai toilet dan mengakibatkan mereka pipis di celana. Kalau sampai terjadi hal seperti ini, jangan marahi mereka, ya. Memarahi mereka hanya akan membuat mereka takut dan menyulitkan mereka untuk melalui proses toilet training ini. Sebaliknya bila menunjukkan perkembangan yang positif dan semakin mandiri, jangan segan-segan untuk memberi pujian dan memberi mereka hadiah sesekali.

Nah, itu dia beberapa cara mengajarkan toilet training anak dengan cara yang menyenangkan. Selamat mencoba dan semoga berhasil membuat buah hati buang air di toilet. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Malcare WordPress Security